Sadis! Seorang Wartawan Diculik dan Disiksa Pelaku di duga Oknum Polisi, Uang Dikuras untuk Slot Judi Online

NUSANTARA MERDEKA NEWS | KOTA BEKASI – Aksi kekerasan jalanan yang melibatkan oknum yang mengaku aparat kepolisian kembali terjadi. Seorang pria bernama  Alba dan juga seorang Jurnalis Media Online Nusantara Merdeka News menjadi korban penyekapan, perampokan, hingga penganiayaan berat yang dilakukan oleh empat orang pelaku pada Kamis malam (19/03). Korban dibuang dalam kondisi tidak sadarkan diri di kawasan Grand Wisata setelah uang belasan jutanya dikuras habis.

Kronologi Penculikan: Ditodong Pistol dan Mata Dilakban

Peristiwa bermula sekitar pukul 23.00 WIB. Korban dihampiri oleh seorang pria yang di duga sebagai anggota polisi berinisial ( A ) Tanpa alasan yang jelas, pelaku langsung menodongkan senjata api ke arah korban.

“Saya disuruh tiarap dan langsung dimasukkan ke dalam mobil Honda Brio merah tanpa plat nomor,” ujar korban dalam keterangannya. Di dalam mobil, korban diperlakukan secara tidak manusiawi  mata dan tangannya dilakban rapat agar tidak bisa melawan atau mengenali rute perjalanan.

Penganiayaan dan Pemerasan

Sepanjang perjalanan, korban mengalami intimidasi fisik yang brutal. Pelaku berulang kali melayangkan pukulan ke arah perut korban sambil melontarkan ancaman pembunuhan.

“Kamu harus kooperatif, saya anggota polisi! Jangan sampai kepala kamu saya tembak!” — Ancaman pelaku kepada korban.

Di bawah tekanan senjata api, pelaku menggasak seluruh harta korban. Total kerugian mencapai Rp21 juta, dengan rincian:

Rp13 juta uang tunai yang dibawa korban.

Rp3 juta dari rekening Bank Mandiri yang dipaksa transfer ke akun judi slot.

Rp5 juta dari rekening BSI melalui mobile banking.

Kritis dan Dibuang di Pinggir Jalan

Setelah menguras harta korban, para pelaku membuang korban dalam kondisi lemas dan sesak napas di kawasan Perumahan Grand Wisata sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Korban ditemukan oleh petugas keamanan setempat yang kemudian menyebarkan informasi di grup warga Mustika Jaya.

Kondisi korban sangat memprihatinkan saat dievakuasi menggunakan ambulans menuju RS Kartika Husada. Akibat luka dalam yang dideritanya, korban sempat dinyatakan koma selama 7 jam dan baru sadarkan diri pada 22 Maret. Hingga kini, korban dilaporkan telah menghabiskan total 34 botol infus untuk masa pemulihan akibat luka-luka yang dialami.

Identitas Pelaku

Berdasarkan keterangan korban, pelaku berjumlah empat orang:

Tiga orang berada di dalam mobil Honda Brio Merah (satu pengemudi, dua eksekutor pemukulan).

Satu orang mengawal menggunakan sepeda motor.

Kasus ini menjadi sorotan tajam karena adanya keterlibatan oknum yang membawa senjata api dan mengaku sebagai anggota kepolisian. Pihak keluarga berharap kepolisian segera mengusut tuntas identitas para pelaku dan memberikan keadilan bagi korban.

( Red )