Pimred Nusantara Merdeka News Kecam Dugaan Penganiayaan Wartawan oleh Oknum: Desak Polresta Metro Bekasi Usut Tuntas

NUSANTARA MERDEKA NEWS |BEKASI KABUPATEN – Pimpinan Redaksi (Pimred) Media Online Nusantara Merdeka News, Marakeh (Nano), mengecam keras tindakan penyekapan dan penganiayaan sadis yang menimpa salah satu wartawannya, Alba Bagasi. Kejadian yang diduga melibatkan oknum anggota kepolisian ini memicu reaksi tegas dari pihak redaksi untuk menuntut keadilan.

Pada Selasa (31/03/2026), tim media Nusantara Merdeka News dihubungi secara intensif oleh jajaran kepolisian, mulai dari Paminal Polda Metro Jaya, Kanit Paminal Polreta Metro Kabupaten Bekasi, hingga unit Jatanras Polresta Kabupaten Bekasi. Komunikasi tersebut bertujuan untuk mengonfirmasi insiden yang dialami oleh Alba.

Pertemuan koordinasi kemudian dilakukan di sebuah tempat makan di daerah Cimuning. Dalam pertemuan tersebut, pihak Jatanras menyodorkan foto terduga pelaku kepada korban. Alba secara tegas mengonfirmasi bahwa sosok dalam foto tersebut adalah di duga pelaku yang melakukan penganiayaan terhadap dirinya.

Penelusuran TKP dan Kesaksian Mencekam

Pasca-pertemuan, tim media bersama korban dan jajaran Polresta serta Polda menuju TKP pertama di depan gerbang BTR 7 untuk mencari bukti CCTV. Meski CCTV tidak ditemukan di lokasi tersebut, tim berhasil menemui Enin, petugas keamanan (security) yang bertugas saat kejadian.

Enin memberikan kesaksian yang mengejutkan mengenai peristiwa malam itu. Ia membenarkan adanya aksi penyekapan disertai penodongan senjata api.

“Benar Pak, tapi kami tidak dapat membantu dikarenakan pelaku menodongkan pistol kepada semua yang berniat membantu. Pelaku mengatakan, ‘Saya dari Polres’, dan langsung memasukkan korban ke dalam mobil Brio merah tanpa plat nomor,” ujar Enin saat dikonfirmasi tim media.

Identifikasi Kendaraan dan Laporan Resmi

Rangkaian penelusuran berlanjut ke TKP kedua di Perumahan Mahkota, lokasi di mana motor Vario 160 warna hitam milik korban sempat dititipkan. Setelah mengumpulkan bukti-bukti awal, tim media beserta korban langsung menuju Polresta Metro Kabupaten Bekasi untuk membuat Laporan Polisi (LP) secara resmi.

Pihak Jatanras Polresta Metro Kabupaten Bekasi mengonfirmasi bahwa mereka telah berhasil mengamankan rekaman CCTV dari TKP kedua. Hal ini diharapkan menjadi titik terang untuk mengungkap identitas pelaku yang diduga kuat merupakan oknum anggota Polri.

Di tengah pembuatan Laporan Polisi ( LP ) Alba mengalami kejang dan akhirnya proses LP dihentikan kemungkinan korban merasa lelah dan belum pulihnya keadaan kesehatannya.

Pernyataan Tegas Pimpinan Redaksi

Menanggapi peristiwa ini, Marakeh selaku Pimpinan Redaksi Nusantara Merdeka News menyatakan keprihatinan mendalam sekaligus kecaman terhadap aksi premanisme tersebut.

“Saya sebagai Pimpinan Redaksi sangat mengecam perbuatan sadis yang diduga dilakukan oleh oknum tersebut. Redaksi dan rekan – rekan sesama wartawan akan terus mengawal kasus ini hingga selesai.

Tindakan penyekapan dan penodongan senjata ini tidak bisa ditoleransi,” tegas Marakeh.

Pihak redaksi mendesak agar Polresta Kabupaten Bekasi bekerja secara profesional dan transparan. “Kami berharap Polresta Kabupaten Bekasi dapat membongkar kasus ini secepatnya dan menangkap pelaku, siapapun dia, demi tegaknya hukum dan keadilan bagi insan pers,” tutupnya.

( Red )