Nusantara Merdeka News | LAMPUNG SELATAN – Perang melawan narkotika di Provinsi Lampung memasuki babak baru yang lebih agresif. Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Provinsi Lampung menegaskan posisinya sebagai mitra strategis pemerintah dalam program P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba), Jumat (17/04/2026).
Memutus Rantai Menyerang dari Hulu Bukan sekadar pendukung pasif, GRANAT aktif berkolaborasi dengan Polda Lampung dan BNNP Lampung untuk mengombinasikan tindakan represif aparat dengan strategi preventif yang masif. Fokus utama GRANAT adalah menghancurkan aspek permintaan (demand).
“Narkoba bekerja sesuai hukum ekonomi. Selama ada permintaan, pasokan akan terus mengalir. GRANAT hadir untuk mematikan permintaan itu melalui edukasi di tingkat akar rumput,” tulis pernyataan resmi organisasi tersebut.
Penyuluhan Masif Membangun Benteng Komunitas, GRANAT telah mengerahkan ribuan penyuluh terlatih hingga ke tingkat desa dan kecamatan. Program workshop dan pelatihan ini menyasar seluruh elemen masyarakat, mulai dari:
Generasi Muda: Pelajar dan mahasiswa sebagai garda depan.
Aparatur Negara: ASN sebagai teladan integritas.
Tokoh Masyarakat: Tokoh adat dan agama sebagai benteng moral.
Materi yang diberikan tidak hanya soal bahaya kesehatan, tetapi juga teknik deteksi dini dan strategi rehabilitasi yang efektif.
Rehabilitasi: Memulihkan Korban, Menghukum Pengkhianat
Ada garis tegas yang ditarik oleh GRANAT dalam memandang masalah ini:
Pecandu/Penyalahguna: Adalah korban sindikat yang harus diselamatkan dan direhabilitasi untuk mendapatkan kembali masa depannya.
Bandar/Pengedar Adalah musuh kemanusiaan dan pengkhianat bangsa yang harus diberantas tanpa kompromi.
Bersama BNN, GRANAT memberikan pendampingan konseling pasca-rehabilitasi guna memastikan para penyintas memiliki kepercayaan diri dan keterampilan hidup untuk kembali ke masyarakat tanpa bayang-bayang relaps (kambuh).
Meski kolaborasi GRANAT, Polda, dan BNN telah membuahkan hasil nyata—terlihat dari meningkatnya laporan masyarakat secara sukarela—tantangan klasik masih membayangi. Keterbatasan anggaran, SDM, dan dukungan pemerintah daerah menjadi catatan yang perlu segera ditingkatkan.
Memerangi narkoba bukan hanya tugas aparat berbaju cokelat atau loreng. Ini adalah tanggung jawab kolektif.
GRANAT mengajak seluruh warga Lampung untuk bersatu Persempit ruang gerak bandar, rangkul para korban, dan selamatkan generasi emas Lampung.
( Ansori )
