FWJI Suarakan Independensi dan Perdamaian Global di Hari Pers Sedunia di Puncak Bogor 

Berita, Nasional60 Dilihat
banner 468x60

Nusantara Merdeka News | BOGOR – Di tengah gempuran disinformasi dan kompleksitas digital, Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) mengambil posisi tegas dalam memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia (World Press Freedom Day). Bertempat di Wisma Arga Muncar, Puncak, Bogor (2–3 Mei 2026), FWJI mentransformasi seremoni tahunan menjadi panggung konsolidasi nasional demi menjaga marwah demokrasi.

Refleksi dan Soliditas Tanpa Batas Bukan sekadar ajang kumpul profesi, agenda ini menjadi momen refleksi bagi ratusan jurnalis yang hadir.

banner 336x280

Kehadiran tokoh sentral seperti Dewan Pendiri FWJI, Dr. Bambang Herry Purnomo, Ketua Umum Opan Adi Karya, hingga jajaran pengurus koordinator wilayah (Korwil) se-Indonesia, mempertegas sinyal bahwa FWJI solid menghadapi segala bentuk tekanan terhadap kerja-kerja jurnalistik.

Ada nuansa berbeda dalam peringatan tahun ini. Dukungan strategis datang dari World Peace Organization (WPO). Prosesi simbolis pemukulan genta WPO menggema di kawasan Puncak, menandai komitmen bahwa jurnalisme yang bertanggung jawab adalah pilar utama perdamaian dunia Sabtu ( 02/05/2026 )

Dukungan internasional kian menguat melalui pesan digital Dr. Rabit Sadiku, Wakil Presiden WPO Zona Eropa.

“Kebebasan jurnalis adalah keberanian menyampaikan kebenaran melalui informasi yang beretika. Itulah instrumen yang mampu mendamaikan dunia,” tegas Dr. Rabit dari Eropa.

Di sela-sela kegiatan, Sekjen FWJI Korwil Kabupaten Bekasi, Ade Zarkasih, memberikan pernyataan tajam terkait integritas profesi. Ia mengingatkan bahwa pers tidak boleh menjadi alat kepentingan kelompok tertentu.

“Independensi pers adalah harga mati. Di tengah arus informasi yang bias dan manipulatif, tugas kita hanya satu menyajikan fakta yang akurat dan berimbang. Kita tidak boleh berkompromi dengan tekanan apa pun,” ujar Ade dengan nada lugas.

Peringatan World Press Freedom Day 2026 oleh FWJI ini mengirimkan pesan kuat ke publik Integritas Jurnalis wajib kembali ke khittah sebagai penyampai kebenaran.

Isu kebebasan pers di Indonesia kini menjadi perhatian mata internasional.

Perlunya penguatan perlindungan bagi jurnalis dalam menjalankan tugas di lapangan.

Dengan dukungan lintas batas—dari lokal hingga zona Eropa—FWJI membuktikan bahwa pers Indonesia tidak berjalan sendiri. Mereka adalah bagian dari gerakan global yang memastikan cahaya kebenaran tetap menyala, meski di tengah kegelapan manipulasi informasi. ( Red )

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *