Gempa M 7,7 Guncang Nagekeo NTT: Peringatan Dini Tsunami Dikeluarkan, Pelabuhan L. Say Rusak Berat

Berita247 Dilihat

Jakarta, Nusantara Merdeka News – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah sekitar Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB. Menyusul guncangan berskala besar tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah.

​Berdasarkan data pemutakhiran BMKG, episenter gempa terletak pada jarak 38 kilometer arah timur laut Mbay, Nagekeo, NTT, dengan koordinat 8,33° LS dan 121,32° BT. Pusat gempa tercatat berada di kedalaman dangkal, yakni 15 kilometer.

​Dampak guncangan hebat ini mulai terlihat di sejumlah titik vital. Salah satunya adalah fasilitas Pelabuhan L. Say di Kabupaten Sikka—gerbang transportasi laut penting untuk penumpang dan barang—yang dilaporkan mengalami kerusakan berat pada area ruang tunggu.

​Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan menghindari struktur bangunan yang retak atau rusak hingga ada pernyataan resmi aman dari pihak berwenang.

Wilayah Berpotensi Terdampak Tsunami

​BMKG mengonfirmasi bahwa pemodelan awal menunjukkan ancaman gelombang tsunami berpotensi melanda wilayah pesisir di beberapa provinsi.

​“Berpotensi tsunami di wilayah NTB, NTT, SULSEL, SULTRA,” tulis pernyataan resmi BMKG melalui laman utamanya.

​Adapun rincian wilayah dalam status pemantauan utama meliputi:

  • Nusa Tenggara Timur (NTT): Manggarai bagian utara, Ngada bagian utara, Manggarai Barat bagian utara, Ende bagian utara, serta Sikka bagian utara.
  • Sulawesi Selatan: Wilayah pesisir Kepulauan Selayar.

Estimasi Waktu Tiba Gelombang

​BMKG memperkirakan waktu kedatangan gelombang tsunami bervariasi tergantung pada jarak geografis lokasi dari episenter gempa:

  • Pesisir NTT: Diperkirakan tiba antara pukul 05.02 hingga 05.13 WIB.
  • Kepulauan Selayar (Sulsel): Diperkirakan tiba sekitar pukul 05.04 WIB.

Imbauan Penting: Masyarakat yang berada di sekitar kawasan pesisir terdampak diminta untuk segera menjauhi area pantai, bergerak ke tempat yang lebih tinggi, serta terus memantau arahan evakuasi resmi dari BPBD dan pihak berwenang setempat.