Nusantara Merdekanews, Sukadanau,27 mei 2026 – Sejumlah warga RT 01 RW 010 Desa Sukadanau cikarang barat menyayangkan kurangnya transparansi Panitia Qurban Masjid Jami Al-Huda dalam proses pembagian kupon daging qurban. Warga menilai mekanisme seleksi penerima tidak jelas,RT pun tidak koperatif memberikan data terkait pembagian Qurban.
“Dari awal tidak ada sosialisasi daftar penerima. Tiba-tiba kupon sudah dibagikan, dan banyak warga yang berhak justru tidak kebagian. Kami tidak tahu dasar pemilihannya apa,” ujar yang tidak mau disebutkan namanya, warga RT 01 RW 010, kamis 27 mei 2026
*1. Tidak Ada Musyawarah Pembagian*
Warga menyatakan tidak pernah diajak musyawarah terkait kriteria penerima. Data penerima dinilai tidak sinkron dengan kondisi lapangan, sehingga menimbulkan kecemburuan sosial.
*2. Proses ‘Tebang Pilih’ Dinilai Subjektif*
Beberapa warga menyebut pembagian dilakukan secara tebang pilih tanpa dasar data yang bisa dipertanggungjawabkan. Hal ini dinilai mencederai semangat gotong royong dan keadilan dalam ibadah qurban.
*3. Tuntut Keterbukaan Data*
Warga mendesak Panitia Qurban Masjid Jami Al-Huda untuk segera membuka data penerima, jumlah hewan qurban, dan mekanisme pembagian kepada publik. Mereka juga meminta keterlibatan RT/RW dalam pendataan agar lebih tepat sasaran.
“Kami tidak menolak panitia bekerja. Tapi transparansi itu wajib, apalagi ini menyangkut amanah umat. Kalau tidak terbuka, kepercayaan warga bisa hilang,” tegas ujar warga yang tidak mau disebutkan namanya
Warga berharap ke depan pelaksanaan qurban di Masjid Jami Al-Huda berjalan lebih terbuka, akuntabel, dan sesuai prinsip
( Red )













