Perkuat Legitimasi Jelang HUT RI, FWBR Dorong Kemandirian Ekonomi dan Kredibilitas Wartawan

Berita220 Dilihat
banner 468x60

BEKASI — Nusantara Merdeka News -Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Forum Wartawan Bekasi Raya (FWBR) menggelar rapat konsolidasi organisasi di Kantor Sekretariat FWBR, Minggu (16/8/2026) siang.

Rapat tersebut dihadiri 13 pimpinan redaksi media online yang tergabung dalam FWBR. Selain membahas penguatan organisasi, rapat menjadi momentum penting dengan diperkenalkannya logo baru FWBR sebagai identitas organisasi ke depan.

banner 336x280

Ketua Umum FWBR, Suryono, ST, yang akrab disapa Ketua Aing, mengatakan perubahan dan penguatan identitas tersebut menjadi bagian dari langkah FWBR untuk membangun organisasi yang lebih profesional, mandiri, kredibel dan memiliki daya tawar.

“FWBR sudah memiliki nama dan eksistensi. Sekarang tugas kita adalah menaikkan kelas FWBR dari sekadar komunitas menjadi lembaga profesi yang disegani, kredibel, memiliki daya tawar, serta memberikan manfaat nyata bagi anggota dan masyarakat,” ujar Suryono.

Dalam rapat tersebut, Suryono memaparkan Strategi Segitiga Emas FWBR 2026–2027 yang bertumpu pada tiga pilar utama, yakni ekonomi, kredibilitas, serta kaderisasi dan jaringan.

Menurutnya, ketiga pilar tersebut menjadi fondasi penting untuk membangun organisasi yang kuat dan berkelanjutan.

Perkuat Kemandirian Ekonomi

Pada pilar ekonomi, FWBR akan mengembangkan sejumlah program yang diarahkan untuk memperkuat kemandirian organisasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan anggota.

Salah satunya melalui pembentukan badan usaha FWBR yang dapat bergerak di bidang produksi dan dokumentasi multimedia, pelatihan jurnalistik dan komunikasi publik, serta pengembangan kerja sama iklan melalui media anggota.

FWBR juga akan mengkaji pembentukan Koperasi Wartawan FWBR sebagai wadah penguatan ekonomi anggota, termasuk fasilitas simpan pinjam dengan tata kelola yang sehat, transparan dan sesuai ketentuan hukum.

Selain itu, FWBR akan mengembangkan Job Order Center sebagai pusat pengelolaan dan distribusi pekerjaan media secara profesional kepada anggota sesuai kompetensi masing-masing.

“Wartawan akan lebih kuat ketika kehidupannya juga layak. Kita ingin membangun sumber ekonomi yang sehat dan profesional agar anggota memiliki kemandirian,” kata Suryono.

Tingkatkan Kredibilitas dan Kompetensi

Pilar kedua adalah kredibilitas. FWBR akan mendorong peningkatan kompetensi wartawan melalui pelatihan dan fasilitasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dengan menggandeng lembaga profesi dan pihak terkait.

Suryono menargetkan semakin banyak anggota FWBR memiliki kompetensi jurnalistik yang terukur dan memahami kode etik profesi.

Selain itu, FWBR akan membangun Dewan Kehormatan dan memperkuat kode etik organisasi sebagai instrumen menjaga integritas anggota.

“FWBR harus bersih, profesional dan dipercaya masyarakat. Anggota yang terbukti melakukan pelanggaran serius akan diproses sesuai aturan organisasi dan ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

FWBR juga akan mengembangkan produk jurnalistik berkualitas melalui program Bekasi Raya Investigasi. Program tersebut akan membahas secara mendalam berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat, mulai dari banjir, infrastruktur, kesehatan, pendidikan, lingkungan hingga pelayanan publik.

Di bidang digital, FWBR juga menargetkan pembentukan Media Center FWBR yang dapat digunakan sebagai pusat produksi berita, podcast, live streaming, wawancara, pelatihan dan diskusi publik.

Bangun Kaderisasi dan Jaringan

Pilar ketiga adalah kaderisasi dan jaringan. Suryono menilai keberlangsungan organisasi sangat ditentukan oleh kemampuan menyiapkan generasi penerus.

Karena itu, FWBR berencana membangun Sekolah Jurnalis FWBR yang menyasar pelajar, mahasiswa, pemuda, Karang Taruna dan masyarakat yang ingin mempelajari dunia jurnalistik.

Program tersebut juga diharapkan membuka peluang magang bagi peserta yang memiliki potensi di media-media yang tergabung dalam FWBR.

“Organisasi yang kuat bukan hanya organisasi yang memiliki pengurus saat ini, tetapi organisasi yang mampu menyiapkan generasi berikutnya,” ujarnya.

FWBR juga akan memperluas jaringan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, kepolisian, DPRD, BUMD, perguruan tinggi, sekolah, organisasi kemasyarakatan dan berbagai elemen masyarakat.

Program sosial FWBR Peduli juga akan dikembangkan sebagai bentuk kehadiran organisasi di tengah masyarakat, antara lain melalui kegiatan bakti sosial, bantuan pascabencana, bedah rumah dan kegiatan sosial lainnya

Legalitas Jadi Prioritas

Selain strategi pengembangan organisasi, penyelesaian legalitas perkumpulan menjadi salah satu agenda prioritas FWBR.

Suryono meminta tim legal FWBR segera menindaklanjuti seluruh proses administrasi dan legalitas organisasi agar FWBR memiliki landasan kelembagaan yang kuat dalam menjalankan program-programnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin FWBR. Menurutnya, pengesahan kepengurusan akan dilakukan secara resmi sesuai mekanisme organisasi.

“Terima kasih atas kepercayaan dan dukungan seluruh kawan-kawan. Untuk pengesahan kepengurusan tentu akan kita lakukan secara resmi sesuai mekanisme organisasi,” tuturnya.

Road Map 90 Hari

Untuk memastikan strategi tersebut dapat segera diwujudkan, FWBR menyiapkan Road Map 90 Hari.

Bulan pertama difokuskan pada konsolidasi internal, penyelesaian legalitas, penyusunan struktur organisasi, program kerja, kode etik serta sistem administrasi dan keuangan.

Bulan kedua diarahkan pada pembangunan ekosistem usaha, termasuk pengembangan FWBR Production, Media Center, program pelatihan, kerja sama dengan mitra serta persiapan koperasi dan Job Order Center.

Sedangkan bulan ketiga ditargetkan menjadi momentum FWBR untuk memperkenalkan program kepada publik melalui kegiatan Bekasi Raya Investigasi, workshop jurnalistik dan diskusi publik.

Suryono menegaskan seluruh program tersebut harus dibangun dengan prinsip transparansi, profesionalisme dan akuntabilitas.

“Forum yang besar bukan hanya karena banyak anggotanya, tetapi karena kebermanfaatannya. Kalau FWBR mampu meningkatkan kesejahteraan anggota, menjaga integritas, menghasilkan berita yang tajam dan berkualitas serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, maka FWBR akan memiliki posisi yang kuat,” pungkasnya.

Melalui rapat konsolidasi tersebut, FWBR menegaskan komitmennya untuk membangun organisasi wartawan yang profesional, mandiri, berintegritas dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Bekasi Raya.

(Red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha