Bekasi Dikepung Status Awas Kekeringan, BMKG Peringatkan Krisis Air Hingga 2027

Berita75 Dilihat
banner 468x60

BEKASI — Nusantara Merdeka News – Ancaman kekeringan meteorologis mulai menjadi perhatian serius di wilayah Bekasi. Kabupaten dan Kota Bekasi kini resmi masuk dalam kategori Awas (zona merah) berdasarkan peringatan dini yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Kondisi tersebut menunjukkan curah hujan di wilayah terdampak berada jauh di bawah batas normal. BMKG memperkirakan ancaman kekeringan di sejumlah wilayah Jawa Barat masih berpotensi berlangsung hingga 10 September 2026, bahkan berisiko diperpanjang setelah evaluasi berkala per dasarian.

banner 336x280

“Kekeringan meteorologis ini terjadi ketika curah hujan berada jauh di bawah kondisi normal dalam periode tertentu,” tegas Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, dalam keterangan resminya, Kamis (10/9/2026).

Bekasi dan 17 Daerah Jabar Masuk Zona Merah

Bekasi tidak sendirian menghadapi krisis ini. BMKG mencatat Bekasi bersama 17 wilayah lain di Jawa Barat—termasuk Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat—kini berstatus Awas. Sebelumnya, pada periode 21–31 Agustus 2026, BMKG bahkan mengidentifikasi potensi hari tanpa hujan yang dapat berlangsung lebih dari 60 hari.

Dampak langsung yang kini membayangi masyarakat antara lain:

Krisis air bersih: Penurunan drastis pasokan air baku untuk kebutuhan rumah tangga.

Ancaman gagal panen: Sektor pertanian terancam kekeringan parah akibat minimnya irigasi.

Risiko karhutla: Peningkatan potensi kebakaran hutan dan lahan selama periode kering.

Dampak Fenomena El Niño Hingga Awal 2027

Kekeringan parah ini terjadi di tengah kondisi seluruh wilayah Jawa Barat yang sudah memasuki musim kemarau sejak Dasarian I Juli 2026. Kondisi tersebut diperparah oleh fenomena iklim global El Niño yang terpantau cukup kuat.

Indikator IklimNilai/Anomali

Indeks ENSO (Dasarian I Agu 2026)+2,77 (Anomali +2,19)

Suhu Permukaan Laut Nino3.4+2,18

Prediksi Bertahan Hingga Awal 2027

Melihat tingginya potensi krisis air dan kebakaran lahan, BMKG mengimbau masyarakat serta pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan aktif memantau pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG.

(Red)

 

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha