Pimred Nusantara Merdeka News: Penghormatan Veteran Tak Cukup Karangan Bunga, Jamin Hidup Layak Mereka!

Berita579 Dilihat
banner 468x60

BEKASI — Nusantara Merdeka News – Peringatan Hari Veteran Nasional setiap 10 Agustus ditengarai makin kehilangan taji dan sekadar terjebak menjadi panggung seremonial tahunan yang hampa.

‎Pimpinan Redaksi Nusantara Merdeka News Marakeh—yang akrab disapa Bang Nano—menegaskan bahwa bentuk penghormatan tertinggi kepada para veteran bukanlah karangan bunga, melainkan jaminan hidup layak di usia senja serta keberanian generasi muda menuntaskan ketimpangan sosial.

banner 336x280

‎“Jangan cuma ramah dan sibuk mengenang veteran saat ada upacara atau peringatan Hari Veteran Nasional. Penghormatan itu wajib wujud nyata dalam kehidupan sehari-hari. Negara dan masyarakat harus memastikan seluruh veteran mendapatkan kesejahteraan yang layak atas darah dan keringat yang mereka pertaruhkan,” tegas Bang Nano di Bekasi, Senin (10/8/2026).

‎Penghormatan Harus Tanpa Beda-Beda

‎Bang Nano mengingatkan bahwa rekam jejak perjuangan veteran Indonesia sangat luas dan tidak boleh dikotakkan sebatas pejuang revolusi fisik 1945–1949 semata. Payung hukum Indonesia telah mencatat berbagai spektrum pengabdian kritis yang wajib dihormati setara:

‎Veteran Pejuang Kemerdekaan RI: Benteng pertahanan revolusi fisik (1945–1949).

‎Veteran Pembela Trikora: Garda depan pembebasan Irian Barat (1961–1962).

‎Veteran Pembela Dwikora: Pengabdi dalam konfrontasi Malaysia (1964–1966).

‎Veteran Pembela Seroja: Pejuang operasi integrasi Timor Timur.

‎Veteran Perdamaian: Pasukan Garuda penjamin perdamaian dunia di bawah bendera PBB.

‎”Mereka hadir di setiap fase kritis penentuan nasib NKRI. Sangat tidak adil jika pengorbanan sebesar itu dibalas dengan kepedulian yang hangat-hangat tahi ayam,” ujarnya tajam.

‎Merujuk pada akar sejarah gencatan senjata Surakarta (10 Agustus 1949) dan Keppres No. 30/2014, Bang Nano menyoroti pergeseran ‘medan perang’ saat ini. Perjuangan masa kini bukan lagi angkat senjata, melainkan menuntaskan kebodohan, menegakkan hukum tanpa pandang bulu, dan menjaga persatuan.

‎Tak lupa, ia menyentil industri pers agar tidak bersikap pragmatis dan musiman dalam mengawal isu-isu veteran.

‎“Pers punya tanggung jawab moral untuk terus merawat ingatan bangsa, bukan cuma sibuk bikin berita saat momen 10 Agustus saja. Ceritakan kehidupan mereka secara faktual dan terus desak kebijakan yang memihak mereka. Veteran boleh menua dan berpulang, tapi api perjuangannya tidak boleh padam di tangan kita,” pungkas Bang Nano.

‎(Red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha